
Penggunaan lem kayu yang tidak tepat bisa membuatnya gagal menempel dan mudah patah. Cara menggunakan lem kayu cukup sederhana. Ikuti panduannya di bawah ini agar hasil lem kuat, rapi, dan tahan lama.
1. Pilih Lem Kayu Sesuai Kebutuhan
Pilih jenis lem sesuai dengan kebuhan proyek. Jangan hanya tergoda harga murah, tapi perhatikan beberapa faktor berikut:
- Jenis bahan yang akan direkatkan (kayu solid, MDF, multipleks, dll)
- Lokasi penggunaan (indoor/outdoor)
- Waktu pengeringan yang dibutuhkan
- Ketahanan terhadap air atau panas
Untuk produk lem serbaguna, kami merekomendasikan lem PVAc (Polyvinyl Acetate) seperti Ultra Phaeton dari Bioindustries. Lem ini memiliki daya rekat tinggi, pengerjaan cepat dan aman digunakan di berbagai permukaan kayu.
2. Pastikan Permukaan Kayu Bersih dan Kering
Tahap ini tampak sederhana tapi sering diabaikan. Debu, minyak, atau kelembaban di permukaan kayu akan menghalangi penetrasi lem ke serat kayu. Akibatnya, lem hanya menempel di permukaan dan mudah terkelupas.
Usahakan permukaan rata dan tidak mengandung bekas cat atau pelapis. Jangan menempelkan lem pada kayu yang masih basah atau terkena embun.
3. Aplikasikan Lem dengan Merata, Jangan Terlalu Tebal
Banyak orang berpikir bahwa semakin banyak lem, semakin kuat hasilnya. Padahal, kelebihan lem justru bisa mengurangi kekuatan rekat karena mencegah penetrasi sempurna ke dalam pori-pori kayu.
Cara aplikasi yang benar:
- Gunakan kuas kecil, spatula, atau roller lem untuk hasil merata.
- Pastikan lem menjangkau seluruh area yang akan direkatkan.
- Tidak perlu terlalu tebal, cukup sampai seluruh permukaan basah.
4. Gunakan Clamp atau Penekan untuk Hasil Maksimal
Setelah lem dioleskan dan kedua permukaan disatukan, berikan tekanan konstan menggunakan clamp (penjepit kayu). Ini membantu lem meresap optimal dan mengeluarkan kelebihan lem. Waktu ideal pengeringan tergantung jenis lem, suhu ruangan, dan kelembaban.
5. Hindari Pemakaian di Suhu dan Kelembaban Ekstrem
Lem kayu memiliki batas toleransi terhadap suhu dan kelembaban saat pengeringan. Suhu yang terlalu dingin atau lembab bisa menghambat proses curing (pengeringan) dan mengurangi kekuatannya.
Idealnya:
- Kerjakan di suhu ruangan
- Hindari udara terlalu lembab (di atas 80%)
- Gunakan kipas jika sirkulasi udara buruk
6. Bersihkan Sisa Lem Sebelum Kering
Tetesan lem yang tidak dibersihkan saat masih basah bisa merusak tampilan akhir kayu, terutama jika Anda ingin melakukan finishing natural.
Solusinya:
- Lap sisa lem segera setelah menekan sambungan.
- Jangan menunggu sampai lem mengering karena akan lebih sulit dibersihkan.
7. Biarkan Lem Mengering Sebelum Digunakan
Meski lem sudah tampak kering di permukaan, proses curing total bisa memakan waktu lebih lama. Jangan terburu-buru mengebor, memaku, atau mengangkat beban berat.
Untuk hasil maksimal:
- Biarkan produk benar-benar kering
- Hindari menggeser atau menyentuh media saat proses pengeringan
Menggunakan lem kayu tidak cukup hanya dengan “tempel dan tekan”. Ada banyak faktor yang menentukan keberhasilannya, dari pemilihan jenis lem, kebersihan permukaan, cara aplikasi, hingga proses pengeringan.
Jika semua tahapan dilakukan dengan benar, hasilnya sambungan kayu yang kuat, tahan lama, dan anti gagal.
Baca juga : 7 Cara Memperbaiki Kursi Kayu Patah Tanpa Tukang
Produk Lem Kayu Terpercaya untuk Proyek Anda
Untuk memastikan hasil rekat yang maksimal, gunakan produk Ultra Phaeton Lem PVAc Serbaguna dari Bioindustries. Diformulasikan khusus untuk kebutuhan industri dan DIY, lem ini:
- Cocok untuk berbagai jenis kayu
- Memiliki daya rekat tinggi
- Mudah digunakan dan cepat kering
Klik tombol di bawah untuk memesan langsung:
Ultra Phaeton, Lem Kayu Super Kuat PVAc Serbaguna
Lem PVAc profesional untuk kebutuhan furniture, kerajinan, hingga industri. Kering cepat, rekat maksimal, dan cocok untuk berbagai permukaan kayu.